Minggu, 08 Desember 2013

Oblast Otonom Yahudi, Rumah Yahudi di Timur Jauh Rusia

Bendera JAO
Oblast Otonom Yahudi (Jewish Autonomous Oblast; Bahasa Rusia: Евре́йская автоно́мная о́бластьYevreyskaya avtonomnaya oblast; Bahasa Yiddish: יִדישע אווטאָנאָמע געגנטyidishe avtonome gegnt) adalah sebuah subjek federal Rusia (sebuah oblast otonom) yang terletak di Timur Jauh Rusia, berbatasan dengan Khabarovsk Krai dan Amur Oblast di Rusia, serta Provinsi Heilongjiang di Cina. Pusat pemerintahannya berada di kota Birobidzhan. Menurut Sensus 2010, jumlah penduduknya adalah 176.558 jiwa.
Otoritas Soviet mendirikan oblast otonom ini pada tahun 1934, yang didasarkan pada kebijakan nasionalisme Joseph Stalin, yang menyediakan lahan dan kawasan yang luas bagi penduduk Yahudi Rusia untuk melestarikan dan mengakomodasi tradisi-tradisi mereka. Berdasarkan Sensus 1939, terdapat 17.695 Yahudi yang tinggal (16% populasi). Penduduk Yahudi di kawasan ini mencapai puncaknya pada ta
hun 1948 dengan sekitar 30.000 orang, yang menyusun seperempat dari jumlah seluruh penduduk di kawasan ini.

Lencana JAO
Setelah Joseph Stalin meninggal pada tahun 1953, penduduk Yahudi di oblast otonom ini mengalami penurunan. Sensus tahun 1959 mengungkapkan bahwa penduduk Yahudi di kawasan ini berkurang hingga separuhnya, dengan hanya 14.269 jiwa yang tercatat sebagai orang Yahudi. Pada tahun 2002, terdapat hanya 2.327 orang keturunan Yahudi (1,2% populasi) yang tinggal di kawasan ini, sedangkan lebih dari 90% jumlah penduduk Oblast Otonom Yahudi adalah etnis Rusia. Bahkan, pada tahun 2010, data dari Biro Sensus Rusia menyatakan bahwa hanya terdapat 1.628 penduduk Yahudi yang tinggal di kawasan ini (1% jumlah penduduk), sedangkan etnis Rusia menyusun 92,7 persen populasi.
Meskipun demikian, data dari Biro Sensus Rusia pada tahun 2010 dibantah pada laporan terbaru Jerusalem Post, yang menyatakan bahwa sekitar 4.000 warga Yahudi tinggal di Oblast Otonom Yahudi. Berdasarkan penuturan Rabbi Mordechai Scheiner, Yahudi dan kebudayaannya baru-baru ini mengalami kenyamanan dan perlindungan budaya di Oblast Otonom Yahudi. Meskipun demikian, berdasarkan sebuah laporan pada majalah yang dikeluarkan oleh Federation of Jewish Communities of the CIS, Lechaim,  keberadaan kaum Yahudi di oblast otonom ini sangatlah kecil, terbatas di kota Birobidzhan dan desa terdekatnya, Valdegym.
Wilayah Oblast Otonom Yahudi (merah) di Rusia (kuning krem)
Peta dari Oblast Otonom Yahudi

Demografi
Berdasarkan Sensus 2010, terdapat 160.185 etnis Rusia (92,7% populasi), 4.871 etnis Ukraina (2,8% populasi) dan 1.628 etnis Yahudi (1% populasi) di Oblast Otonom Yahudi.
Berdasarkan survei resmi pada tahun 2012, 22,6% penduduk Oblast Otonom Yahudi menganut Kristen Otodoks Rusia, 9% menganut sekte Kristen yang lain, 6% menganut Kristen Ortodoks. Agama Yahudi dianut oleh 0,2% jumlah penduduk. Sebagai tambahan, 35% penduduk mengaku "beragama namun tidak taat", 22% tidak bertuhan (ateis), sedangkan 5,2% yang lain mengaku beragama namun tidak menjelaskan agama apa yang dianutnya.

Sejarah
Bagian utama sungai Amur termasuk di dalamnya wilayah yang sekarang menjadi Oblast Otonom Yahudi pertama kali dimasukkan ke dalam teritori Kekaisaran Rusia berdasarkan perjanjian Aigun dan Peking pada tahun 1858-1860.
Selama 1858-2883, enam puluh tiga pemukiman berhasil dibangun. Ekspedisi yang dilakukan oleh para ilmuwan ke daerah itu turut mempromosikan daerah tersebut. Mereka berhasil membuat peta terperinci pertama yang memetakan daerah Amur.
Pembangunan mulai berlangsung pada tahun 1898 dengan dibangunnya jalur kereta Trans Siberia yang menghubungkan Chita dan Vladivostok, yang berimbas pada berdatangnya sejumlah besar pendatang dan pembangunan pemukiman-pemukiman baru. Pada masa sebelum revolusi, kebanyakan penduduknya adalah petani. Satu-satunya industri adalah industri pengolahan kayu Tungussky. Pertambangan emas terdapat di Sungai Sutara. Selama masa perang sipil, ekonomi daerah ini menurun, meskipun hidup kembali pada tahun 1926 dan 1927.
Pada 7 Mei 1934, Presidium dari Komite Eksekutif Umum Uni Soviet menyetujui dekrit untuk mengubah kawasan ini menjadi Daerah Otonomi Yahudi yang tergabung dalam Federasi Rusia. Berdasarkan pemikiran Joseph Stalin, setiap kelompok bangsa yang menyusun Uni Soviet akan menerima sebuah kawasan yang diperuntukkan untuk mengakomodasi dan melestarikan budaya mereka dalam kerangka sosialis. Pemikirannya ini dilatarbelakangi oleh dua ideologi yang dapat merusak kesatuan Soviet:
1. Yahudisme, yang bertentangan dengan kebijakan nasional yang ateis;
2. Zionisme, yang berlawanan dengan pandangan Soviet tentang nasionalisme.
Sejalan dengan bertumbuhnya penduduk Yahudi di kawasan tersebut, imbasnya budaya Yahudi pun ikut terangkat. Penduduk di kawasan ini mendirikan surat kabar berbahasa Yiddish, Birobidzhaner Shtern, sebuah kelompok teater Yahudi didirikan, dan nama jalan yang sedang dibangun dinamai dengan nama penulis Yahudi terkenal, seperti Sholom Aleichem dan Y.L. Peretz.
Pada tahun 1991, Oblast Otonom Yahudi berpindah dari yurisdiksi Khabarovsk Krai ke yurisdiksi Federasi Rusia. Sejak itu, banyak penduduk Yahudi yang pergi dari kawasan itu, dan penduduk yang tersisa menyusun tidak lebih dari dua persen jumlah penduduk. Namun demikian, bahasa Yiddish tetap diajarkan di sekolah-sekolah, stasiun radio berbahasa Yiddish tetap dioperasikan, dan koran Birobidzhaner Shtern tetap memuat bagian berbahasa Yiddish.

Galeri
Patung penduduk perkuda di Brobidzhan
Monumen penulis Yahudi, Sholem Aleichem
di Birobidzhan
Plakat pada kantor pemerintahan
Oblast Otonom Yahudi
Menorah besar pada pusat kota
Birobidzhan

Sumber:
"Jewish Autonomous Oblast" (http://en.wikipedia.org/wiki/Jewish_Autonomous_Oblast, diakses pada 8 Desember 2013)

0 komentar:

Posting Komentar