Senin, 30 Juni 2014

Apakah Bahasa Burushaski Termasuk Bahasa Indo Eropa?

Wilayah penuturan bahasa Burushaski di Pakistan
Seorang ahli bahasa (linguis), Ilija Casule, membuat hipotesis yang menghubungkan sebuah bahasa di Pakistan Utara, Burushaski, dengan rumpun bahasa Indo-Eropa, yang mencakup bahasa inggris, Spanyol, Jerman, dan lain-lain. Sampai Casule menelurkan hipotesis ini, bahasa Burushaski dianggap sebagai bahasa isolat, seperti bahasa Basque. Bahasa isolat tidak mempunyai kaitan dengan bahasa lain secara genetis. Kosakata, pembentukan kalimat, dan morfologinya begitu berbeda untuk dapat membangun suatu hubungan yang masuk akal dengan bahasa yang lain. Banyak ahli bahasa yang berpendapat bahwa bahasa yang berhubungan dengan bahasa isolat saat ini berasal dari rumpun bahasa yang telah lama punah.
Bagaimana para ahli bahasa membangun koneksi antarbahasa yang sangat berlainan? Dalam hal ini, Casule menelusuri perkembangan dari kosakata inti (seperti kosakata untuk anggota tubuh) dan analisis tata bahasa. Beliau menemukan bahwa bahasa Burushaski berubah sedemikian rupa dari sebuah bahasa Indo Eropa yang dituturkan 3000 tahun lalu.
Apakah hipotesis ini benar-benar terjadi sesuai sejarah? Baginya, hal tersebut terjadi. Menurut Casule, bahasa Burushaski paling dekat kekerabatannya dengan bahasa Frigia (Phrygian), sebuah bahasa yang dituturkan di Turki sekitar 3000 tahun yang lalu. Raja Midas yang sentuhannya dapat menjadikan sesuatu menjadi emas merupakan raja Frigia pada tahun 800 SM. Setelah keruntuhan Frigia, kerajaan lain menguasai daerah tersebut, termasuk Persia dan Alexander Agung. Bukan tidak mungkin, bangsa Frigia bermigrasi ke timur hingga jauh ke India. Dan faktanya, etnis Burusho yang menuturkan bahasa ini mengklaim bahwa mereka merupakan keturunan Alexander Agung.
Apakah hipotesis ini benar? Berikut adalah tulisan yang berisi kritik dari tesis tersebut. Berikut abstrak dari seminar dengar Prof. Ilija Casule.

"Memecahkan Asal Usul Bahasa Eropa Baru

Terdapat bukti yang kuat untuk mendukung penemuan baru bahasa-bahasa Eropa.
Peneliti sejarah bahasa dari Universitas Macquarie, Profesor Ilija Casule, menemukan bahwa bahasa yang dikenal dengan nama Burushaski tersebut, yang dituturkan oleh sekitar 90.000 orang yang bermukim di daerah terpencil di Barat Laut Pakistan, berasal dari rumpun Indo Eropa. namun bukan dari cabang Indo Iran.
Penemuan Profesor Casule, yang kini telah dibenarkan oleh beberapa ahli bahasa kelas dunia, menarik perhatian para ahli bahasa dari seluruh dunia. Pembahasan menyeluruh dan diskusi topik ini dicurahkan pada jurnal terkemuka Journal of Indo-European Studies (JIES) edisi Juni 2012.
Lebih dari 50 linguis terkemuka selama bertahun-tahun telah mencoba menentukan hubungan genetis dari bahasa Burushaski. Namun, penemuan mengejutkan Casule, melalui analisis bab tata bahasa, pengucapan, unsur bahasa, dan pembentukan kalimat secara komprehensif, membuktikan bahwa bahasa Burushaski merupakan bahasa Indo Eropa, yang diturunkan dari sebuah bahasa kuno di Semenanjung Balkan. Profesor Casule yakin bahwa bahasa ini berasal dari bahasa Frigia (Phrygian).
Bangsa Frigia bermigrasi dari Makedonia ke daerah yang sekarang dikenal sebagai Turki dan terkenal dengan rajanya, Midas, yang dalam mitologi Yunani dikenal dapat mengubah apapun yang disentuhnya menjadi emas. Mereka lalu bermigrasi jauh ke timur, hingga India. Bahkan, legenda kuno bangsa Burusho mengatakan bahwa mereka merupakan keturunan dari Alexander Agung.
Menelusuri jejak suatu bahasa bukanlah tugas mudah. Casule menyatakan, ia mulai tertarik dengan asal usul bahasa Burushaski sejak lebih 20 tahun lalu.
"Orang-orang mengetahui keberadaannya namun hubungannya dengan rumpun Indo-Eropa terabaikan dan tidak dianalisis dengan tepat. Bahasa ini dianggap bahasa isolat -tidak terkait dengan bahasa apapun di seluruh dunia seperti bahasa Basque dianggap sebagai bahasa isolat," tandasnya.
Keterpencilan daerah tersebut yang tidak terjamah hingga awal 1970-an di mana daerah tersebut menjadi bagian dari Pakistan, membuat bahasa Burushaski mempertahankan ciri-ciri tata bahasa dan kosakata tertentu yang membuat Profesor Casule menyimpulkan bahwa bahasa tersebut termasuk bahasa Indo-Eropa Barat Laut. secara khusus termasuk dalam rumpun Paleobalkan dan berkerabat paling dekat dengan bahasa Frigia.
Penemuan Dr. Casule ini sangat mendasar, bukan hanya karena penemuan ini berdampak pada studi bahasa Indo-Eropa, namun juga menyediakan model baru dalam menggambarkan asal usul bahasa isolat -di mana mereka berada dalam pohon bahasa, bagaimana mereka berkembang dan berpadu dengan bahasa lain untuk membentuk suatu bahasa baru.

Sumber:
Pontikos, Dienekes. 18 Juni 2012. "Is Burushaski Indo-European?".(http://dienekes.blogspot.com/2012/06/is-burushaski-indo-european.html, diakses pada 29-30 Juni 2014)
"Linguists found an Indo-European language hiding in Pakistan". (http://blog.dictionary.com/burushaski/, diakses pada 29 Juni 2014)

Lihat pula:
(bahasa Inggris) "Burushaski". (http://en.wikipedia.org/wiki/Burushaski)
(bahasa Inggris) "Phrygian language" (http://en.wikipedia.org/wiki/Phrygian_language)
(bahasa Inggris) "Phrygians". (http://en.wikipedia.org/wiki/Phrygians)

1 komentar: